Senin, 08 Oktober 2012

Ini Perbankan Nasional dengan Bunga KPR di Bawah 10%


Ini Perbankan Nasional dengan Bunga KPR di Bawah 10%

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Jumat, 05/10/2012 10:01 WIB

Jakarta - Perbankan penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini mengerahkan segala upaya guna meningkatkan portofolio pinjaman dari masyarakat. Hasil riset perusahaan konsultan properti, Cushman & Wakefield, Jumat (5/10/2012), menunjukkan beberapa bank melakukan inovasi.

Yang paling tampak terlihat adalah pemangkasan bunga promo rata-rata 1-2% pada September 2012, atau usai aturan batas uang muka atau LTV 70% dari Bank Indonesia (BI) berlaku.

Namun tidak sedikit dari tujuh bank tersebut berinovasi dengan memperpanjang masa bunga promonya. Berikut tujuh bank yang makin getol rayu masyarakat membeli rumah dengan sistem KPR:

1. Bank Central Asia

Bank Central Asia, perbankan swasta terbesar di Indonesia ini sebelumnya melakukan gebrakan promo bunga KPR fixed 8% dengan rentan waktu 55 bulan atau sekitar 4,5 tahun. Bunga ini berlaku pada Maret 2012 dan aturan DP 30% belum berlaku

Promo fantastis ini terbukti membuat portofolio BCA langsung melesat, dan menjadi salah satu bank dengan pembiayaan perumahan terbesar. Padahal sebelumnya BCA hanya dikenal dengan layanan konsumernya. Namun pasca aturan LTV 70%, perusahaan mengubah strateginya. Bunga yang dipatok ,5% dengan periode fixed selama 50 bulan.

2. Bank Mandiri







Bank BUMN dengan aset terbesar ini menetapkan bunga fixed KPR pada level 8,8% selama satu tahun. Penetapan bunga ini cukup menarik konsumen, meski banyak perbankan lain mampu memberi promo bunga lebih rendah.

Atas dasar itulah, paska aturan BI berlaku atau per September 2012, Bank Mandiri memangkas bunga KPR-nya dari 8,8% menjadi 6,75%. Jangka waktu bunga fixed juga semakin panjang, dua tahun.



3. Bank CIMB Niaga






Bank CIMB Niaga anak usaha perusahaan asal Malaysia CIMB Group membagi bunga KPR dalam tiga kategori. Perusahaan memberi keleluasaan nasabah untuk memilih dengan memperhitungkan kemampuan keuangan.

Pertama, CIMB Niaga menawarkan bunga fixed 9,25% untuk jangka waktu dua tahun. Kedua, bunga fixed 11,88% selama lima tahun, dan ketiga bunga fixed 12,88% selama 10 tahun.

Setelah BI meluncurkan aturan DP minimal 30%, perusahaan pun melakukan inovasi dengan pemangkasan bunga fixed. Paket pertama bunga fixed 6,99% selama satu tahun. Selain itu nasabah CIMN Niaga bisa memilih paket lain, bunga fixed 7,99% selama dua tahun, dan paket ketiga bunga 10,5% selama lima tahun.


4. Bank Permata







Bank ini pada awal 2012 memberi bunga KPR fixed 8,8% untuk jangka waktu dua tahun. Bunga yang dipatok perusahaan tergolong tinggi dibandingkan bank-bank lain.

Namun per September, Bank Permata meluncurkan paket bunga KPR baru. Perusahaan menawarkan kepada nasabah bunga KPR fixed 7,5% selama dua tahun.


5. Bank Rakyat Indonesia







Bank Rakyat Indonesia juga memiliki pembiayaan perumahan. Pada Maret 2012 salah satu BUMN perbankan ini menetapkan bunga KPR 9,75% dengan jangka waktu tiga tahun.

Tak lama berselang paska BI menerapkan aturan uang muka 30%, BRI memangkas bunga KPR-nya menjadi 7,75% selama satu tahun, atau 8% selama dua tahun.

6. Bank Negara Indonesia



Bank Negara Indonesia menawarkan bunga fixed
9% untuk rentan waktu dua tahun. Namun per September perusahaan menggebrak, dengan memangkas bunga KPR menjadi 6,99% selama dua tahun.



7. Bank Tabungan Negara



BTN menjadi jagoannya KPR. Bank BUMN ini memang fokus pada pembiayaan perumahan dengan portofolio KPR lebih dari 50%.

BTN pada Maret 2012 telah memberi bunga KPR cukup menarik. Terbagi menjadi dua, diantaranya bunga fixed 7,49% selama dua tahun untuk nilai kredit kurang dari Rp 250 juta. Kemudian bunga fixed 9,75% untuk KPR diatas Rp 250 juta.

Penetapan bunga KPR BTN tidak banyak berubah hingga September 2012, atau setelah aturan BI muncul. Aturan ini memang mengena untuk tipe 70m2 keatas. BTN sendiri menegaskan pembiayaan perumahannya membidik segmen menengah bawah, hingga tidak ada perubahan signifikan dari promo KPR.

Bagaimana Memilih Investasi Terbaik? Ellen May - detikfinance Jumat, 05/10/2012 07:48 WIB


Bagaimana Memilih Investasi Terbaik?

Ellen May - detikfinance
Jumat, 05/10/2012 07:48 WIB

Jakarta - Meskipun investasi saham bisa dibilang tinggi imbal hasilnya, namun belum tentu semua orang cocok berinvestasi saham. Demikian pula investasi properti, emas, obligasi, dan yang lainnya. Jika teman Anda cocok berinvestasi pada sebuah instrumen investasi, belum tentu investasi tersebut adalah yang terbaik untuk Anda. Mengapa demikian ?

Setiap orang mempunyai latar belakang dan tujuan investasi yang berbeda. Selain itu setiap orang tercipta unik dengan karakter yang berbeda-beda dan juga tingkat kemampuan finansial yang berbeda pula. Jadi jika teman Anda merasa cocok pada sebuah jenis investasi, jangan asal ikut-ikutan. Lalu, bagaimana caranya menentukan jenis investasi yang cocok bagi kita?

Yang pertama, tentukan berapa banyak modal yang Anda miliki. Dengan menentukan modal, hal ini berarti Anda sedang menghitung berapa banyak “peluru” yang Anda punya. Jika Anda memiliki modal kecil, Anda bisa memilih investasi reksa dana, yang dapat dibeli dari nominal beberapa ratus ribu rupiah saja, berjenjang hingga jutaan rupiah. Investasi obligasi, misalnya ORI (Obligasi Ritel Indonesia) membutuhkan dana minimal sebesar Rp 5 juta. Bagaimana dengan saham? 

Meskipun saat ini banyak sekuritas yang memberi penawaran sangat menarik, yaitu membuka rekening dengan dana sangat kecil, namun paling tidak Anda membutuhkan dana Rp 10 juta ke atas untuk membeli saham-saham lapis pertama hingga lapis kedua. Saham-saham lapis ketiga yang sangat murah harganya cenderung tidak likuid dan beresiko tinggi.

Yang kedua, tentukan tujuan Anda berinvestasi. Untuk apa Anda berinvestasi ? Misalnya saja, jika Anda memilih berinvestasi untuk tabungan anak jangka panjang, maka investasi saham jangka panjang, atau reksa dana saham adalah pilihan tepat. Namun jika tujuan Anda berinvestasi adalah untuk menyimpan dana untuk naik haji selama dua tahun ke depan, maka pilihan berinvestasi pada obligasi/reksa dana pendapatan tetap adalah pilihan yang tepat karena memiliki tingkat resiko lebih rendah daripada reksa dana saham.

Yang ketiga, tentukan profil resiko Anda. Investasi berdasar urutan tingkat resiko dan imbal hasil :


  • Deposito
  • Obligasi
  • Reksa dana, terdiri dari Reksa dana pasar uang, Reksa dana pendapatan tetap, Reksa dana campuran, Reksa dana Saham
  • Saham

Berinvestasi dalam deposito memiliki tingkat resiko paling rendah,namun juga imbal hasil yang sangat rendah sekitar 6% jauh di bawah tingkat inflasi yang rata-rata berkisar 10% per tahun.

Obligasi adalah pilihan tepat bagi Anda yang memiliki profil resiko moderat, namun menginginkan imbal hasil di atas deposito. Namun, Anda harus selektif dalam memilih obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan, karena adanya resiko gagal bayar. Untuk meminimalkan resiko gagal bayar, Anda bisa memilih obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang dapat dibeli dengan minimal dana Rp 5 juta hingga maksimum Rp 3 miliar.

Di atas obligasi, ada reksa dana dengan berbagai jenjang profil resiko & imbal hasil pula. Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang memberikan tingkat imbal hasil tertinggi namun juga resiko cukup besar. Oleh karena itu, reksa dana saham sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan bingkai waktu besar (di atas 5 hingga 10 tahun) untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

Nah, pilihan investasi yang terakhir adalah berinvestasi langsung pada bursa saham. Berinvestasi langsung pada bursa saham ini sangat menarik. Mengapa ? Jika Anda jeli dan cermat dalam memilih saham, dan menentukan level beli dan jual, maka Anda memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan / imbal hasil cukup besar. Namun jika Anda tidak cermat dan tidak disiplin di dalam mengelola portofolio dan emosi (rasa takut dan serakah), maka resiko yang muncul juga cukup besar.

Jadi jika Anda berminat untuk berinvestasi langsung pada instrumen saham, sebaiknya Anda cermat dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang, dengan menggunakan Analisis Fundamental, dan menentukan timing beli / jual dengan memanfaatkan Analisis Teknikal.

Jika Anda malas belajar? Hmm… sebaiknya pertimbangkan lagi niat Anda untuk berinvestasi langsung dalam bursa saham. Lebih baik serahkan dana Anda pada manajer investasi/reksa dana yang terpercaya atau instrumen investasi lainnya.

Nah, demikian sharing dari saya tentang bagaimana memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Salam profit.

*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham

Kenaikan Harga Rumah Baru Tahun Ini Diperkirakan Hanya 25%


Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) memperkirakan pertumbuhan harga jual rumah primer atau rumah baru tidak setinggi dua tahun sebelumnya. Tahun ini kenaikan harga rumah baru berkisar antara 20%-25%. Hal ini karena penjualan pasar perumahan primer mulai mengalami penurunan. 

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda situsnya dikutip Minggu (7/10/2012)

Padahal pertumbuhan harga jual rumah baru dua tahun terakhir mencapai 50% -60% per tahun khususnya di beberapa lokasi tertentu seperti Serpong dan Pantai Indah Kapuk. Sedangkan Cibubur pun melesat dengan pertumbuhan harga rumah 25%-35%. 

Ali menuturkan kenaikan harga rumah tahun-tahun sebelumnya diperkirakan sebagai strategi yang dilakukan oleh pengembang untuk mendongkrak nilai tanahnya ditengah siklus permintaan properti yang sedang naik. 

"Cluster-cluster baru perumahan menengah atas bermunculan dalam dua tahun terakhir dan laris. Namun demikian memasuki tahun 2012 pertumbuhan harga mulai mengalami perlambatan meskipun masih bertumbuh," kata Ali.

Ia menuturkan telah terjadi kelebihan harga jual atau over value di beberapa lokasi perumahan yang telah mengalami pertumbuhan kenaikan harga yang signifikan dua tahun terakhir. Menurutnya sebuah lokasi yang sudah over value ditandai dengan adanya spread harga yang terlalu lebar antara harga yang terjadi di pasar primer dan pasar sekunder..

"Saat ini perbedaan harga properti untuk tipe yang sama antara pasar primer dan sekunder (rumah bekas) mencapai lebih dari 20%. Beberapa lokasi yang telah over value sedang memasuki tahap equilibrium pasar yang baru sehingga pengembangpun tidak bisa menaikan harga jual dengan terlalu tinggi lagi," katanya.

Ali menambahkan pasar rumah primer mulai melambat namun tidak menggambarkan penurunan pasar secara umum, karena siklus properti diperkirakan masih akan mencapai puncaknya sampai pertengahan tahun 2013. 

"Yang terjadi adalah harga yang telah terlalu tinggi sehingga penjualan melambat dan pengembangpun agaknya sudah mulai merasakan kejenuhan pasar di segmen menengah atas," jelas Ali.

Dikatakannya pasar akan mencapai titik keseimbangan baru karena kenaikan harga yang ada saat ini merupakan kenaikan harga semu dari pasar primer yang tidak mencerminkan pasar secara nyata. Menurutnya pasar permintaan konsumen mulai beralih untuk membeli dan bertansaksi di pasar sekunder karena lebih rendah dibandingkan dengan properti yang sama di pasar primer. 

"Indonesia Property Watch mencatat terjadi pergerakan penjualan pasar sekunder yang mencapai 15% di semester I/2012. Data Bank Indonesia pun mencatat kenaikan sebesar 3,23% di triwulan III/2012," jelas Ali.

Ia mencatat pasar sekunder (bekas) akan mencerminkan mekanisme pasar sebenarnya. Dan diperkirakan geliat pasar sekunder akan terus meningkat sampai tahun 2013 ditengah pasar primer yang mulai melambat.

Rabu, 26 September 2012

Baru 25 Persen Kebutuhan Perumahan Terpenuhi


Pembiayaan kini hanya terbatas sekali dalam bentuk kredit dan bantuan subsidi bagi golongan menengah ke bawah, padahal perumahan dan kawasan permukiman telah menjadi sektor penting dalam perekonomian nasional.
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi mengatakan, sampai saat ini hanya 25 % dari kebutuhan perumahan di Indonesia yang dapat dipenuhi oleh berbagai pengembang di Tanah Air.
"Hanya 25 persen kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan perumahan dari tahun ke tahun," kata Yoseph Umarhadi dalam Sarasehan Nasional Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang digelar di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Yoseph memaparkan, kebutuhan perumahan bagi rakyat di Indonesia secara keseluruhan adalah sekitar 800 ribu unit rumah per tahun. Namun, tetapi setiap tahun hanya dapat dihasilkan sekitar 200 ribu unit rumah per tahun sehingga permasalahan seperti backlog (angka kekurangan perumahan) tidak dapat diatasi.
Ia juga menuturkan, pemenuhan kebutuhan rumah dari sudut demand dan supply (pasokan) hanya terbatas pembiayaannya untuk bentuk-bentuk pasar formal bagi golongan menengah ke atas yang jumlahnya hanya mencapai maksimal 20 %. Di sisi lain, pembiayaan kini hanya terbatas sekali dalam bentuk kredit dan bantuan subsidi bagi golongan menengah ke bawah, padahal perumahan dan kawasan permukiman telah menjadi sektor penting dalam perekonomian nasional.
Dia mengemukakan, pentingnya pemenuhan kebutuhan perumahan dan kawasan permukiman karena sektor tersebut dapat menciptakan efek multiplier (berganda), baik terhadap penciptaan lapangan kerja maupun pendapatan nasional. Dari sisi perundang-undangan, menurut dia, DPR telah membuat banyak koridor peraturan yang sifatnya menyeluruh antara lain Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan UU No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.
"UU yang ada sudah sangat komprehensif sehingga yang penting adalah cara mengimpelementasikannya," kata Yoseph.
Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat telah mendorong berbagai pemerintah daerah untuk terus melaksanakan peningkatan kapasitas dan kesiapan untuk melaksanakan program perumahan dan kawasan permukiman di daerah.
"Masalah perumahan merupakan salah satu urusan wajib yang menjadi tugas pemerintah daerah (pemda) yang harus diperhatikan," kata Sekretaris Kemenpera Iskandar Saleh.
Untuk itu, menurut dia, Pemda perlu mempersiapkan kapasitas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta para pelaksana teknis seperti dinas perumahan untuk mengatasi masalah perumahan di daerah masing-masing. Iskandar menjelaskan, saat ini pemerintah terus meningkatkan target serta anggaran program perumahan dan kawasan permukiman. Presiden bahkan memberikan tugas khusus serta direktif kepada Kemenpera agar pembangunan perumahan untuk masyarakat perlu ditingkatkan.
@properti_bagus: Baru 25 Persen Kebutuhan Perumahan Terpenuhi: Sampai saat ini hanya 25 % dari kebutuhan per...http://t.co/xVscuax2 #tw #properti #bagus

Jabodetabek Masih Favorit, Bogor Masih Dilirik


JAKARTA, KOMPAS.com — Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung meningkat di tahun 2012 diperkirakan mencapai 6,1 persen hingga 6,5 persen pada kuartal III/2012. Peningkatan tersebut diharapkan terus mendukung pesatnya pasar properti di Indonesia.
Tingkat penjualan pre-sales tercatat pada angka 61,7 persen atau naik 2,7 persen dari kuartal lalu dan 2,5 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Adapun aktivitas pre-sales dari proyek mendatang didominasi oleh proyek-proyek kelas menengah, atau sekitar 65,52 persen dari total transaksi.
Pasar properti di Jabodetabek sendiri masih terus memperlihatkan tren pertumbuhan yang baik hingga akhir 2012 ini. Demikian diungkapkan pengamat Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda.
"Beberapa kawasan potensial seperti Bogor, Bekasi, hingga Depok menjadi pilihan sejumlah pengembang," kata Ali di Jakarta, baru-baru ini.
Apalagi, lanjut dia, ditopang akses tol, kawasan tersebut akan menjadi lebih hidup dari segi ekonomi dan bisnis serta memiliki potensi untuk tempat tinggal serta investasi. Ali menuturkan, sektor properti yang masih menjadi hal baru dengan tingginya pertumbuhan itulah yang memberikan ruang bagi pengembang dan konsumen melakukan langkah-langkah spekulatif.
Salah satu kawasan di kota satelit Jakarta yang terus berkembang pesat adalah Kota Bogor. Seperti wilayah lain di kawasan Jabodetabek, Bogor juga menghadapi problem kemacetan lalu lintas. Volume kendaraan yang keluar masuk kota itu semakin tinggi, sementara kapasitas jalan tidak bertambah (620 kilometer).
Salah satu akses yang banyak dipakai untuk memasuki Kota Bogor adalah Jalan Tol Jagorawi melalui pintu Tol Bogor keluar di Jalan Pajajaran dan Terminal Baranangsiang. Kawasan Bogor Utara kini juga kian ramai dengan area bisnis dan komersial selain hunian. Apalagi Pemerintah Kota Bogor akan melengkapi tol BORR dengan jalan lingkar dalam kota (inner ring road), serta jalan arteri seperti Jalan TB Simatupang yang mengapit Jalan Tol Pondok Pinang-Kampung Rambutan di Jakarta. Terminal Baranangsiang juga direncanakan dipindahkan ke Ciluar, sekitar 2 kilometer dari Kedung Halang.
@rumah_properti: #rumah_properti Jabodetabek Masih Favorit, Bogor Masih Dilirik http://t.co/yeh0Gq0S


Cihuy! BTN Tawarkan Bunga KPR 7,49%


Cihuy! BTN Tawarkan Bunga KPR 7,49%

Zulfi Suhendra - detikfinance



Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tawarkan bunga rendah 7,49% untuk kredit rumah non-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Mortgage and Consumer Banking BTN, Irman Alvian Zahiruddin mengatakan bunga ini diberikan scara tetap selama 2 tahun.

"Kita beri promo 7,49% fixed 2 tahun. Jadi artinya selama 2 tahun itu bunga tetap, nggak berubah-ubah," ungkap Irman kepada wartawan di acara BTN Pesta Kredit Perumahan Rakyat Keluarga Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (22/9/2012).

Irman menambahkan, promo ini berlaku khusus untuk konsumen yang ingin membeli rumah non FLPP. "Untuk rumah non-FLPP, di atas kredit Rp 250 juta," tambahnya.

Selain itu, promo lain yang diberikan oleh BTN ialah keringanan biaya admnistrasi. Irman mengatakan, BTN akan membebaskan biaya administrasi pada setiap pembelian rumah non-FLPP.

"Ada juga asuransi kebakaran diskon 50%, asuransi jiwa diskon 35%," tambahnya.

Irman mengungkapkan, dengan tingkat bunga promo ini, perusahaan bisa menyalurkan kredit mencapai Rp 2 triliun setiap bulannya. Dia menambahkan promo ini akan berakhir pada bulan desember nanti.

"Itu sejak bulan Februari, Rp 2 triliun setiap bulan, promonya sampai akhir desember, makanaya cepet-cepet lah beli rumah," tambahnya.

(zul/ang) 

Cihuy! BTN Tawarkan Bunga KPR 7,49% via 


Senin, 10 September 2012

Tabloid RUMAH » 7 Keuntungan Investasi Properti

7 Keuntungan Investasi Properti


Investasi di sektor di properti masih jadi pilihan utama kebanyakan orang. Setidaknya ada 7 keuntungan yang menjadi daya tarik berinvestasi di bidang properti.
  1. Calon investor tidak harus memiliki uang tunai sebanyak harga beli properti yang akan dibeli. Investor bisa mendapatkan properti dengan menggunakan sebagian uang sendiri dan sisanya memakai uang orang lain, dalam hal ini uang bank.
  2. Investor bisa membeli properti dengan nilai yang jauh lebih tinggi daripada yang dibayarnya.
  3. Investor bisa meningkatkan nilai propertinya secara besar-besaran tanpa mengeluarkan banyak uang. Bandingkan dengan investasi di emas atau saham. Ketika membeli emas, investor tidak bisa menaikkan harga emas Anda. Kalau mau menjual maka harganya sesuai dengan harga pasar yang fluktuatif naik turun. Meski emas Anda diberi hiasan atau bentuk yang indah, cukup sulit untuk mendapatkan pembeli yang senang dengan emas Anda. Demikian juga investasi di saham. Anda tidak bisa mengontrol harga saham yang Anda beli.
  4. Investor bisa mendapatkan kredit lagi dari properti yang sudah dimiliki, kemudian membelikan properti yang lain.
  5. Investor tidak perlu memantau properti yang sudah dimiliki setiap saat. Begitu Anda beli sebuah rumah misalnya, Anda tidak perlu lagi setiap hari mendatangi rumah itu. Tidak perlu kuatir rumah Anda hilang. Kondisinya akan berbeda jika memiliki emas senilai Rp200 juta. Anda akan memikirkan tempat yang aman.
  6. Investor tidak perlu harus memantau harga properti setiap hari atau setiap bulan. Setelah properti dibeli, maka Anda bisa menyewakannya. Setelah itu, Anda sudah tidak perlu memikirkan apakah harganya akan naik atau turun. Dengan demikian, beban pikiran Anda relatif ringan dibanding dengan investasi atau bisnis yang lain.
  7. Harga properti cenderung naik. Kenaikannya yang pasti adalah secara perlahan-lahan dan konsisten, tapi tidak menutup kemungkinan kenaikannya akan melejit karena adanya perubahan positif disekitar properti Anda. Anda tertarik?
(Hotmian Siahaan)

Sabtu, 25 Agustus 2012

Type MAHOGANY



MAHOGANY

Deskripsi:
Spesifikasi Dasar
Luas Bangunan            : 200 M2
Luas Tanah                  : 250 M2
Kamar Tidur                :
Kamar Mandi              :
Sertifikasi                    : Sertifikat Hak Milik ( SHM )

Fasilitas
Listrik                          : 2200 Watt
Kolam Renang*
Carport
Telephone
PAM